Pelaksanaan Praktik Belajar Kewarganegaraan dalam Pembelajaran PKN di SMA Islam Proyek “UISU” Pematangsiantar

Pelaksanaan Praktik Belajar Kewarganegaraan dalam Pembelajaran PKN di SMA Islam Proyek "UISU" Pematangsiantar

BAB I
PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG

Pelaksanaan pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) hingga saat ini masih menemui kendala. Pendidikan Kewarganegaraan (civic education) merupakan salah satu kajian yang mengemban misi nasional untuk mencerdaskan kehidupan bangsa Indonesia melalui koridor value-based education. Tujuannya yaitu untuk mengembangkan potensi individu agar menjadi warga Negara Indonesia yang berakhlak mulia, cerdas, partisipatif, dan bertanggung jawab, serta dirancang secara progmatik sebagai subjek pembelajaran yang menekankan pada isi yang mengusung nilai-nilai dan pengalaman belajar.

Dalam realita yang terjadi, guru-guru PKn cenderung menerapkan pembelajaran konvensional yaitu dengan metode ceramah. Tujuan pembelajaran nya yaitu cenderung mengacu pada pencapaian verbal. Kegiatan belajar siswa berorientasi pada penguasaan materi buku teks. Tujuan akhirnya yaitu agar siswa mendapat nilai yang tinggi pada pelaksanaan tes sumatif maupun ujian sekolah. (Budimansyah 2010) Pembelajaran dengan metode konvensional tersebut hanya menekankan pada dimensi kognitif saja sedangkan afektif dan psikomotoriknya belum mendapat
perhatian sebagaimana mestinya. Sehingga dianggap kurang efektif untuk dapat mencapai tujuan PKn yang ada.

Untuk dapat mencapai visi, misi, dan tujuan PKn diperlukan ketepatan dalam
menentukan metode pembelajaran yang hendak digunakan. Dengan menggunakan metode yang tepat dan bervariasi dapat dijadikan alat motivasi ekstrinsik dalam kegiatan belajar mengajar.
Metode pembelajaran yang dipilih oleh guru hendaknya mengusung 4 pilar pendidikan yang dicanangkan UNESCO yaitu learning to do, learning to known, learning to be dan learning to live together .

Metode pembelajaran dengan asas aktivitas dirasa sangat tepat, sebab penggunaan asas aktivitas dapat mengembangkan seluruh aspek pribadi siswa secara integral yaitu dengan cara berbuat, mencari pengalaman sendiri dan langsung mengalami sendiri. Dengan menggunakan asas aktivitas pengajaran diselenggarakan secara realitas dan konkret sehingga mengembangkan pemahaman dan berfikir kritis serta menghindarkan vernalistis, pengajaran yang ada menjadi hidup sebagaimana aktivitas dalam kehidupan masyarakat (Hamalik 2001: 176-177).
Winataputra dan Budimansyah (2012: 42) menjelaskan bahwa praktik belajar Kewarganegaraan merupakan proses belajar dengan menggunakan berbagai metode pembelajaran aktif sehingga dapat memberikan kesempatan kepada peserta didik mendapatkan pengalaman langsung (nyata) untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan dan watak Kewarganegaraan.

Terdapat beberapa model pembelajaran yang dapat digunakan dalam pelaksanaan praktik belajar Kewarganegaraan, seperti model pembelajaran Contextual Teaching Learning yaitu pembelajaran kontekstual dengan mengkaitkan
antara materi Kewarganegaraan yang diajarkannya dengan situasi dunia nyata siswa dan mendorong siswa membuat hubungan antara pengetahuan yang dimilikinya dengan penerapannya dalam kehidupan mereka sehari–hari (Cholisin 2005: 12).

Selain dengan model pembelajaran Contextual Teaching Learning dapat juga menggunakan model pembelajaran Praktik Belajar Kewarganegaraan Kami Bangsa Indonesia. Model pembelajaran ini berorientsi pada proses berfikir kritis dan pemecahan masalah. Yang dirancang untuk mempraktikkan salah satu hak warganegaranya, yakni dengan cara melibatkan peserta didik melalui suatu “praktik belajar” (Budimansyah 2010: 5).

SMA Islam Proyek “UISU” Pematang Siantar merupakan wadah pengembangan wawasan keilmuan masyarakat dengan menyelenggarakan pendidikan yang berkualitas yang sesuai dengan tujuan pendidikan nasional sekarang ini. Berdasarkan observasi awal yang dilakukan peneliti dengan wakasek bidang kurikulum dan guru pendidikan
Kewarganegaraan, diketahui bahwa di sekolah ini telah menerapkan praktik belajar Kewarganegaraan dalam pembelajaran PKn melalui model pembelajaran praktik belajar Kewarganegaraan kami bangsa Indonesia dan dengan model pembelajaran Contextual Teaching Learning dengan pola studi lapangan untuk membawa siswa
dalam suatu praktik belajar untuk mempelajari bidang studi pendidikan Kewarganegaraan.
Dengan begitu siswa dapat mengalami secara langsung apa yang hendak dipelajarinya, dengan membawa siswa ke luar kelas akan membuat siswa tidak jenuh sehingga tercipta kegiatan pembelajaran yang menarik dan menyenangkan, karena dalam pembelajaran PKn di sekolah ini tampak pada siswa yang terlihat bosan dan
mengantuk bila menggunakan metode konvensional seperti ceramah.

Dengan menerapkan metode pembelajaran praktik belajar Kewarganegaraan SMA Islam Proyek “UISU” Pematang Siantar berupaya mengembangkan potensi peserta didik dari ketiga ranah yang ada yaitu kognitif, afektif, dan psikomotorik dengan mengusung 4 pilar yaitu diberdayakan agar mau berbuat untuk memperkaya pengalaman belajar (learning to do), meningkatkan interaksi dengan lingkungan sehingga mampu membangun pengetahuan terhadap dunia sekitarnya (learning to known), dengan interaksi dengan lingkungan dapat membangun pengetahuan dan kepercayaan dirinya, kesempatan berinteraksi dengan berbagai individu dan kelompok yang
bervariasi akan membentuk kepribadian peserta didik untuk memahami peserta didik untuk melahirkan sikap-sikap positif dan toleran (learning to live together).

unduh file : ISI Karya ilmiah 1

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.