Wisuda 120 Sarjana STAI “UISU” Tahun 2019

Wisuda 120 Sarjana STAI “UISU” Tahun 2019

SIANTAR, – Ketua Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI)
“UISU” Pematangsiantar Drs H Mukhtar Lubis MM mengatakan bahwa
dalam rangka menciptakan suasana akademik yang berkualitas,
pihaknya memprogramkan peningkatan pembelajaran mahasiswa.

Demikian diungkapkannya dalam pidato di acara wisuda 120 sarjana
sekolah tinggi yang dipimpinnya, Kamis (28/11) di Convention Hall
Siantar Hotel.

Disebutkannya di depan seratusan mahasiswa dari dua program studi,
masing-masing Komunikasi Penyiaran Islam (KPI) dan Pendidikan
Agama Islam (PAI), model pembelajaran yang digunakan para dosen
sangat bervariatif dan dinamis yang mampu menciptakan proses
pembelajaran yang bermakna.

Aspek lain yang dibangun STAI “UISU” Pematangsiantar dalam rangka
menciptakan suasana akademik yang kondusif adalah peningkatan
mutu yang berkelanjutan. Mutu dan kualitas telah dijadikan filosofi
dasar dalam mengelola kegiatan akademik dan non akademik.
“Saat ini STAI “UISU” menyelenggarakan dua program studi, KPI dan
PAI yang telah terakreditasi di BAN-PT. Yang juga berimplikasi kegiatan
pengelolaannya telah memenuhi standar nasional pendidikan
sebagaimana dalam peraturan dan perundangan.
Inysa Allah kita juga akan terus mengembangkannya dengan membuka
prodi baru, yaitu Prodi Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD) dan
Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah

Dia mengutarakan bahwa ada 34 alumni STAI “UISU” yang lulus masuk
CPNS pada tahun 2018 lalu di berbagai daerah di Indonesia.
Ia berharap jumlah itu akan terus bertambah, khususnya di tahun 2019
ini. “Dengan kelulusan yang ditandai upacara wisuda ini, tidak berarti
tugas saudara untuk belajar telah berakhir. Belajar adalah suatu
kebutuhan karena lingkungan kehidupan terus berubah,” pesannya
kepada wisudawan-wisudawati

Koordinator Kopertais wilayah IX Sumatera Utara Prof Dr Saidurrahman
MAg pada kesempatan itu mengucapkan tahniah kepada para
wisudawan. Ia juga menekankan pentingnya menjaga kerukunan.
“NKRI ini sudah final. Ini bagian dari ijtima ulama. Kita harus bisa rukun
walau banyak perbedaan suku agama dan bahasa di sekitar kita,”
katanya.

Kepada STAI “UISU” ia berpesan agar terus meningkatkan apa yang
sudah dibuat sekolah tinggi itu. “Inikan tiap tahun wisuda dan saya
dengan STAI “UISU sudah meluluskan 2.166 sarjana. Artinya apa? UISU
sudah berbuat. Kedepan, amal ini harus ditingkatkan. Semua harus
bersatu agar utuh dan kuat,” kata pria yang juga Rektor UIN Sumatera
Utara ini.

Sebelumnya Guru Besar UIN Sumut Prof Dr H Haidar Putra Daulay MA
dalam orasi ilmiahnya mengupas tentang urgensi dan kedudukan
landasan pelaksanaan pendidikan agama di Indonesia.
Dia mengatakan bahwa pendidikan agama adalah pendidikan yang
memberikan pengetahuan dan membentuk sikap, kepribadian dan
keterampilan peserta didik dalam mengamalkan mata pelajaran
agamanya.
Ia juga menjabarkan landasan pelaksanaan pendidikan agama yang
terdiri dari filosofi bangsa, landasan konstitusi UUD 1945, landasan
keputusan kebijakan politik bangsa Indonesia, serta landasan social
religius Bangsa Indonesia.

Sebelumnya acara dibuka dengan upacara nasional menyanyikan lagi
Indonesia, diikuti hening cipta. Acara dilanjutkan dengan pembukaan
sidang senat terbuka yang dipimpin Ketua STAI “UISU” dan pembacaan
ayat alquran.
Acara wisuda dihadiri forkopimda maupun perwakilannya dari
Kabupaten Simalungun dan Kota Pematangsiantar.(rel)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *