Kuliah Umum : “Menakar Relevansi Pendidikan di Era Digital Revolusi 4.0”

Kuliah Umum : "Menakar Relevansi Pendidikan di Era Digital Revolusi 4.0"

Simalungun-Ketua STAI “UISU” Pematangsiantar Drs.H.Mukhtar Lubis, MM mengatakan, seiring dengan perkembangan zaman, perguruan tinggi harus terus beradaptasi menghadapi perubahan. Terkait hal ini, sebagai pemangku kepentingan, mahasiswa adalah salah satu unsur yang harus diperhatikan.

Demikian diungkapkannya dalam sambutan pada Stadium General (Kuliah Umum) STAI “UISU” Pematangsiantar yang digelar di Gedung MUI Simalungun, Jl. Asahan km 4, Kecamatan Siantar, Selasa (17/9) siang.

Dihadapan ratusan mahasiswa dari Prodi Komunikasi Penyiaran Islam (KPI) dan Prodi Pendidikan Agama Islam (PAI) dan para dosen, beliau mengatakan bahwa kompetensi dan kualitas mahasiswa harus ditingkatkan dengan upaya yang baik dalam pembelajaran. Tidak dapat dipungkiri, bahwa kemampuan mahasiswa dapat lebih optimal bila ditunjang oleh kualitas proses pembelajaran yang berlangsung.

“Oleh karena itu, berbagai program dan kegiatan akademik harus terus dikembangkan oleh STAI “UISU” terkait dengan kehadiran Revolusi Industi 4.0 sekarang ini”, katanya.

Adapun beberapa hal yang akan terus dilakukan STAI “UISU” Pematangsiantar menghadapi era revolusi industri 4.0 ini, antara lain pengembangan sistem pembelajaran yang inovatif dan penyesuaian kurikulum pembelajaran dengan pendekatan human digital dan keahlian berbasis digital.

“Kemudian peningkatan kemampuan mahasiswa dalam menguasai data informasi tekhnologi (IT), Operasional Tekhnologi (OT), Internet of things (IoT), pengintegrasian objek fisik digital dan manusia secara komprehensif, serta peningkatan kualitas lulusan yang menguasai aspek literasi data, literasi tekhnologi, dan literasi manusia”, ungkap beliau.

Disebutkan, STAI “UISU” Pematangsiantar juga terus berbenah melalui beberapa upaya dengan mengembangkan transdisiplin ilmu, menambah beberapa program studi yang dibutuhkan oleh pasar, dan mengembangkan program cyber university.

Disamping itu, STAI “UISU” Pematangsiantar juga mempersiapkan sumber daya manusia, khususnya dosen yang responsif, adaftif dan progresif yang ditunjang oleh kelengkapan sarana prasarana yang memadai, termasuk pembangunan infrastruktur untuk kepentingan pendidikan, riset dan inovasi.

Sementara itu Wakil Rektor III dan Guru Besar Filsafat Islam UINSU Fakultas Ushuluddin Prof.Dr.Amroeni, M.Ag yang menjadi pemateri menjabarkan tentang relevansi pendidikan dan dunia era digital revolusi 4.0

Disebutkan, proses pendidikan (belajar mengajar) sudah ada sejak Nabi Adam as, yang diajari oleh Allah swt dan Nabi Idris as (Hermes) yang melakukan pembelajaran baca tulis dan terus dikembangkan oleh para filosof.

Di Era perkembangan revolusi industri 4.0, ada beberapa kekuatan pendidikan masa yaitu : program sistemis, keterbukaan informasi, keragaman contoh keberhasilan, open media sosial. namun juga ada beberapa kelemahan dalam masyarakat rata-rata yaitu : keterbatasan ekonomi, keterbatasan informasi, keterbatasan geografis, keterbatasan kesempatan, pendidikan kapitalis.

Jika dilihat dari perkembangan era industri, maka dapat diuraikan bahwa ciri-ciri era industri antara lain : era industri 1.0 dicirikan dari otot ke uap, era industri 2.0 dicirikan dengan ban berjalan dan listrik, era industri 3.0 dicirikan dengan mesin bergerak, berpikir otomatis, computer dan robot, era industri 4.0 dicirikan dengan optimalisasi internet di segala kehidupan. Dengan demikian yang harus dipersiapkan adalah sikap siap berubah, open minded, kolaborasi antar generasi, memiliki kesadaran yang tinggi, memiliki semangat yang tinggi, memiliki tekat yang tinggi dan memiliki niat yang tulus.

Sementara itu Dosen UINSU Ryandi, M.Ud yang juga menjadi pemateri menjabarkan tentang revolusi industri 4.0 dan kesiapan pendidikan Indonesia, milenial dan worldview of Islam yang berdampak pada robotisasi, mesin menggantikan manusia, perubahan cara produksi, sistem ekonomi baru yang tercipta dan masalah baru pada sosial, budaya, pendidikan dan agama.

Sebelumnya acara dimulai dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh mahasiswa bernama Ismail Suhendra, dilanjutkan dengan doa oleh Dosen STAI “UISU” Pematangsiantar yang juga sebagai bendahara BP Yayasan UISU Medan Drs.H.Abdul Hakim Lubis,M.M. sementara moderator pada kegiatan itu adalah Dosen STAI “UISU” Pematangsiantar Ahmad Fithrianto, MA.

Ketuba BP Yayasan UISU Medan Dewi Kirana, SE,MM dalam sambutannya mengucapkan selamat kepada para mahasiswa yang telah memilih STAI “UISU”Pematangsiantar sebagai pilihannya dalam menimba ilmu. Ia juga mengharapkan kepada Ketua STAI “UISU”Pematangsiantar dan jajarannya untuk terus meningkatkan mutu pendidikan kepada mahasiswa sesuai dengan visi, misi dan cita-cita pendiri UISU. Ia juga mengharapkan para mahasiswa untuk dapat mengimplementasikan 4 pilar pendidikan menurut UNESCO, yaitu Learning to know, Learning to do, Learning to be dan Learning together. (Ditulis ulang dari harian Metrosiantar/ahn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *